⋆. ๐ ˚Aliya's Summer⋆. ๐ ˚
Misha Aliya's Summerแฏแกฃ๐ญฉ


Medan mungkin tidak memiliki banyak hal modern ataupun mall yang besar tapi tentu aku tetap menyayanginya dengan semua tradisional dan adat - adatnya. Medan adalah kampung halaman cintaku dimana keluargaku berada, Medan adalah kota bagiku yamg terindah, dimana banyak sekali rasa senang, sedih, risih, dan banyak hal lainnya yang telah aku rakasakan disana.
Ada banyak liburan yang bisa aku ingat selama hidup aku tapi liburan kali ini adalah liburan yang terbaik bagiku. Liburan kali ini terjadi pada 17 Juni 2024 tepat pada hari Idul Adha, aku dan keluargaku telah merencanai untuk Kembali ke kampung halaman yaitu Ibu Kota Sumatera Utara, Medan.
Medan adalah salah satu tempat yang paling aku cintai berawal dari jalanannya hingga ke orang – orangnya, walaupun aku pindah ke Jakarta di umur yang sangat muda Medan tetap menjadi rumah untuk kembali. Udara disana, lingkungan disana, orang – orang disana semuanya beda dari semua hal modern didunia, Medan selalu menahan khas tradisionalnya yang membuat aku jatuh cinta kepada kota itu kembali.
Keindahan medan⋆. ๐ ˚ - link video Medan
Rumah Nenek dan Kakekku dari sisi Mamaku, rumah tersebut adalah salah satu rumah yang paling aku sayangi seberapa sering aku melihat rumah tidak akan merubah rasa dirumah itu, terlalu banyak kenangan yang mengisi tempat itu. Tempat itu adalah tempat dimana mama dan tanteku bertumbuh dari SMP ke SMA hingga kuliah, itu juga tempat Abangku tinggal selama 6 tahun Dimana ia adalah cucu, anak, dan ponakan pertama di sisi Mama dan Papaku.
Sepupuku, setiap aku pulang melihat muka mereka kembali terasa seperti tahun – tahun kita berpisah banyak sekali yang berubah, sebanyak ap akita berubah melihat mereka kembali selalu memiliki kenyamanan padaku, dari masa – masa aku menghilangkan gigi depanku akibat kita meloncat – loncat dikasur kamar masa muda mamaku hingga menginap bersama mereka berkali – kali ku Kembali kesini, disaat malam dimana kami menyeritakan hal – hal yang terjadi selama ini. Kami merasakan sedih, senang, kecewa, dan masih banyak lagi bersama.
Rumah Nenek dan Kakekku dari sisi Papaku, Rumah yang selalu berisi dengan kucing, terakhir kali aku menanyakan tante aku berapa banyak kucing disini ia menjawab tiga puluh tujuh, rumah yang selalu berbau kucing tapi terlihat sangat tradisional, rumah yang sangat disayang Tante – Tanteku, Kakek dan Nenekku, banyak sekali barang – barang dari luar negeri yang membuat rumah ini menjadi lebih antik. Nenekku mulai menyukai dan merawat kucing pada tahun 2017 dari awalnya hanya 2 kucing pun berlipat ganda berkali – kali, Papaku selalu menyuruh Nenekku untuk memberi kucing – kucing ini kepada orang lain agar tidak menghabiskan energi Nenekku yang sudah tua namun Nenekku selalu keras kepala dan menolak, Nenekku sangat mencintai kucing – kucingnya.
Restoran Tiptop, ini adalah restoran yang paling aku nantikan setiap aku ke Medan, restoran ini sudah ada sebelum aku lahir, dari aku kecil ini adalah salah satu tempat restoran yang selalu menjadi tempat makan ternyaman, ini adalah restoran yang bagiku memiliki kue jadoel terenak dan memiliki nuansa tercantik. Dimana aku dan keluargaku selalu makan disini, walaupun ia mempunyai tempat parkir yang sangat sulit, ini adalah salah satu tempat yang kunantikan setiap saat.
Medan mungkin tidak memiliki banyak hal modern ataupun mall yang besar tapi tentu aku tetap menyayanginya dengan semua tradisional dan adat - adatnya. Medan adalah kampung halaman cintaku dimana keluargaku berada, Medan adalah kota bagiku yamg terindah, dimana banyak sekali rasa senang, sedih, risih, dan banyak hal lainnya yang telah aku rakasakan disana.
Itu saja dari liburanku kali ini, Terima Kasihแฏแกฃ๐ญฉ
Comments
Post a Comment